laku dijual onlineSolusi ecommerce menjadi pilihan tepat bagi orang-orang yang suka berbelanja, namun memiliki waktu yang terbatas. Ecommerce yang merupakan kependekan dari electronic commerce merupakan suatu situs terjadinya transaksi online. Proses transaksi bisnis yang menggunakan Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic funds dan berkaitan dengan belanja online termasuk dalam ecommerce.

Manfaat Ecommerce

Ecommerce memiliki beberapa keuntungan bagi para pelaku usaha. Keuntungan yang didapat yaitu:

  • Pasar global

Ecommerce memberi peluang bagi para pelaku usaha untuk menjual produknya secara internasional. Jadi, peluang terjualnya produk Anda pun lebih besar karena bisa menjangkau semua orang di berbagai negara.

  • Keuntungan netto meningkat

Dengan adanya ecommerce, maka pelaku usaha bisa memangkas biaya sewa gedung dan pegawai. Berkurangnya beban membayar uang sewa gedung dan tidak perlunya memberi upah pada banyak karyawan membuat ecommerce ini menjadi andalan untuk saat ini

  • Harga produk murah

Harga barang ecommerce bisa lebih murah sehingga pelanggan pun tertarik untuk membelinya. Murahnya harga ini tidak terlepas dari faktor di atas. Banyak sekali ragam produk yang akan lebih laku dijual online dibanding dijual offline, menjadi pertimbangan beberapa orang untuk berbelanja produk secara online.

Jenis Ecommerce

Ecommerce dibagi menjadi 3 sebagai berikut:

  • Ecommerce Business to Business (B2B)

Ecommerce jenis ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang terlibat langsung dalam kepentingan bisnis. Kedua pihak yang bekerjasama biasanya sudah kenal dan tahu proses usaha yang dilakukan masing-masing. B2B ini dilakukan karena kedua belah pihak sama-sama diuntungkan dan sistem kerjasamanya bersifat kesinambungan karena adanya ikatan bisnis pada kedua belah pihak. Contoh B2B yaitu perusahaan satu dengan perusahaan lain melakukan transaksi dengan memakai kartu kredit.

  • Ecommerce Business to Customer (B2C)

B2C biasanya terjadi antara pihak pelaku bisnis dengan pihak konsumen. Produsen menawarkan dan menjual produknya secara online, demikian juga pembeli/konsumennya juga melakukan pembelian secara online. Misalnya, produsen genset mengiklankan beragam genset yang diproduksinya secara online sehingga banyak orang yang melihat produk tersebut, termasuk calon pembelinya. Calon pembeli bisa memilih produk genset yang sesuai, baik itu sesuai di kantong maupun sesuai secara spesifikasi yang diinginkan. Bagi pembeli yang sudah sepakat dengan penjual masalah harga, pembeli pun bisa langsung membayarnya secara online yaitu transfer atau menggunakan kartu kredit.

  • Ecommerce Consumen to Business (C2B)

Berbeda dengan B2C dimana produsen sudah melakukan promosi dan penawaran terlebih dahulu sebelum pembeli ada, maka disini kebalikannya. Konsumen terlebih dahulu menghubungi produsen tentang spesifikasi produk yang diinginkannya. Konsumen memberitahukan hal tersebut dengan menggunakan internet atau online. Setelah terjadi permintaan dari konsumen, Produsen baru menawarkan berbagai barang yang memenuhi kriteria permintaan konsumen.

Solusi ecommerce ini memudahkan kepentingan semua orang karena tidak terikat waktu dan tempat. Dengan demikian, proses transaksi jual beli pun tetap bisa berlangsung. Penjual senang, pembeli pun bahagia.